Secara etimologi, kata
kapitalisme terdiri dari dua kata, yakni capital (modal) dan isme (paham
atau cara pandang). Jika ditelusuri, kata kapital sendiri berasal dari kata
Latin yaitu Caput yang berarti “kepala”. Konon kekayaan penduduk Romawi
kuno diukur oleh berapa kepala hewan ternak yang ia miliki. Semakin
banyak caput-nya, semakin sejahtera. Tidak mengherankan, jika kemudian
mereka mengumpulkan caput sebanyak-banyaknya. Maka dari itu, capital sering
diterjemahkan sebagai modal.
Sementara isme mengacu
kepada paham atau ideologi yaitu cara pandang atau cara hidup yang diterima
oleh sekelompok luas masyarakat dan karenanya menjadi konvensi, karena dapat
saja ditolak oleh kelompok masyarakat yang lainnya. Sehingga, kapitalisme
adalah modal-isme atau paham yang berdasarkan modal (pemilik modal).
Dapat ditarik kesimpulan bahwa
sistem ekonomi kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan
secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian
seperti memproduksi barang, manjual barang, menyalurkan barang
dan lain sebagainya tanpa
ada campur tangan pemerintah.
Dalam perekonomian kapitalis
setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua
orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua
orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan
berbagai cara.
Adam Smith adalah adalah tokoh/figure dibalik ekonomi
kapitalis klasik yang menyerang merkantilisme
yang dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat. Dimana Merkantilisme
adalah suatu teori ekonomi
yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara
hanya ditentukan oleh banyaknya aset
atau modal
yang disimpan oleh negara yang bersangkutan, dan bahwa besarnya volume perdagangan
global teramat
sangat penting.
Menurut
teoritikus klasik kapitalisme, Adam Smith, gerakan produksi haruslah bergerak
sesuai konsep MCM (Modal-Comodity-Money), yang menjadi suatu hal yang
tidak akan berhenti karena uang akan beralih menjadi modal lagi dan akan
berputar lagi bila diinvestasikan. Adam Smith memandang bahwa ada sebuah kekuatan
tersembunyi yang akan mengatur pasar (invisible hand), maka pasar harus
memiliki laissez-faire atau kebebasan dari intervensi pemerintah.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalisme
Adapun cirri-ciri system ekonomi kapitalisme, yaitu :
-
Pengakuan yang luas atas hak-hak
pribadi
-
Pemilikan alat-alat produksi di
tangan individu
-
Inidividu bebas memilih
pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
-
Perekonomian diatur oleh
mekanisme pasar
-
asar berfungsi memberikan
“signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.
-
Campur tangan pemerintah
diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur perekonomian
menjadi efisien.
-
Motif yang menggerakkan
perekonomian mencari laba
-
Manusia dipandang sebagai mahluk
homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri.
-
Paham individualisme didasarkan
materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).
Kebaikan Sistem Ekonomi
Kapitalisme
Kebaikan dari sistem ekonomi kapitalisme adalah :
-
Lebih efisien dalam memanfaatkan
sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
-
Kreativitas masyarakat menjadi
tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
-
Pengawasan politik dan sosial
minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.
Negara-negara Yang Menganut Sistem Ekonomi Kapitalisme
Negara-negara yang menjamin Sistem Ekonomi Kapitalis :
a.
Kawasan Benua
Amerika
-
Amerika Serikat - Argentina
-
Brazil - Chili,
dll
b.
Kawasan Benua
Eropa
-
Austria - Belgia
-
Kroasia - Cekoslavia
-
Albania - Denmark
-
Italia, dll
c.
Kawasan Asia
-
India - Iran
-
Thailand - Jepang
-
Filipina - Korea
Selatan
-
Turki, dll
d.
Kawasan Afrika
-
Afrika Selatan -
Mesir
-
Senegal
e.
Kepulauan
Oceania
-
Australia
-
New Zeland